Executive Function Menurut Harvard: Fondasi Penting Kesuksesan Anak Sejak Dini

Oleh MinDira | 09 Februari 2026 di Artikel
Bagikan artikel ini

Banyak orang tua masih mengira bahwa kesuksesan anak ditentukan oleh kemampuan membaca cepat, berhitung lancar, atau nilai akademik tinggi. Padahal, menurut penelitian dari Harvard University, ada satu fondasi penting yang justru lebih menentukan keberhasilan anak di sekolah, pekerjaan, dan kehidupan sosialnya: Executive Function. Executive Function bukan soal seberapa pintar anak, tetapi bagaimana anak menggunakan kepintarannya dalam kehidupan sehari-hari. Baca Juga : Sandang, Pangan, Papan dan Perannya dalam Perkembangan Anak

Apa Itu Executive Function Menurut Harvard?

Executive Function sering disebut sebagai “air traffic control system” di otak. Artinya, keterampilan ini mengatur lalu lintas pikiran, emosi, dan tindakan agar anak bisa berfungsi dengan baik dalam berbagai situasi. Menurut Harvard, Executive Function adalah seperangkat keterampilan mental yang membantu anak untuk:

  1. Mengendalikan emosi dan impuls
  2. Memusatkan perhatian
  3. Mengingat instruksi
  4. Merencanakan tindakan
  5. Menyelesaikan masalah
  6. Menunda keinginan demi tujuan jangka panjang

Tiga Komponen Utama Executive Function Menurut Harvard

Menurut penelitian dari Harvard, Executive Function tidak berdiri sebagai satu kemampuan tunggal, melainkan terdiri dari tiga keterampilan inti yang saling berkaitan dan berkembang bertahap sejak usia dini. Ketiganya menjadi dasar anak dalam belajar, berinteraksi, dan menghadapi tantangan hidup.

Working Memory (Memori Kerja)

Working Memory adalah kemampuan anak untuk menyimpan, mengingat, dan mengolah informasi dalam waktu singkat, lalu menggunakannya untuk mengambil tindakan. Jika belum berkembang optimal seperti anak sering terlihat lupa, harus diingatkan berulang, atau terlihat “tidak mendengarkan”, padahal sebenarnya memori kerjanya masih berkembang. Contoh dalam keseharian:

  1. Mengingat instruksi seperti: “Ambil sepatu, pakai kaus kaki, lalu duduk di depan pintu.”
  2. Mengikuti alur cerita dari awal hingga akhir saat dibacakan buku
  3. Mengingat aturan permainan dan tetap mematuhinya
  4. Menghubungkan pengalaman sebelumnya dengan situasi baru

Dampak jika Working Memory kuat:

  1. Anak lebih mudah memahami pelajaran
  2. Tidak mudah bingung saat mengerjakan tugas
  3. Lebih mandiri karena bisa mengingat rutinitas

Inhibitory Control (Kontrol Diri dan Impuls)

Inhibitory Control adalah kemampuan anak untuk menahan dorongan spontan, mengatur emosi, dan memilih respon yang lebih tepat.  Kontrol diri bukan berarti anak harus selalu diam atau patuh, melainkan mampu mengendalikan reaksi sesuai situasi. Contoh dalam keseharian:

  1. Menunggu giliran saat bermain
  2. Tidak langsung berteriak atau menangis saat kecewa
  3. Tetap duduk dan fokus meski ada gangguan
  4. Mengikuti aturan meski keinginannya berbeda

Dampak jika Inhibitory Control berkembang baik:

  1. Anak lebih mampu mengelola emosi
  2. Lebih siap mengikuti aturan sekolah
  3. Interaksi sosial lebih positif
  4. Tidak mudah meledak saat frustasi

Cognitive Flexibility (Fleksibilitas Berpikir)

Cognitive Flexibility adalah kemampuan anak untuk berpikir luwes, beradaptasi dengan perubahan, dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Jika belum berkembang anak sering terlihat kaku, mudah frustrasi, atau sulit menerima perubahan. Hal ini normal di usia dini dan bisa dilatih secara bertahap. Contoh dalam keseharian:

  1. Menerima perubahan rencana tanpa tantrum berlebihan
  2. Mencoba cara lain saat cara pertama tidak berhasil
  3. Berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain dengan lebih tenang
  4. Memahami bahwa orang lain bisa punya pendapat berbeda

Dampak jika Cognitive Flexibility kuat:

  1. Anak tidak mudah stres saat menghadapi perubahan
  2. Lebih kreatif dalam mencari solusi
  3. Lebih siap menghadapi tantangan baru
  4. Memiliki daya tahan mental (resilience) yang lebih baik

Ketiga Komponen Ini Bekerja Bersamaan

Working Memory, Inhibitory Control, dan Cognitive Flexibility tidak berdiri sendiri.
Saat anak belajar, bermain, atau menghadapi masalah, ketiganya bekerja secara bersamaan untuk membantu anak:

  1. Fokus
  2. Mengelola emosi
  3. Menyusun rencana
  4. Menyelesaikan tantangan

Itulah sebabnya Harvard menekankan bahwa Executive Function adalah fondasi penting kesuksesan anak, bukan kemampuan instan, tetapi keterampilan hidup jangka panjang.

Mengapa Executive Function Sangat Menentukan Kesuksesan Anak?

Penelitian Harvard menunjukkan bahwa anak dengan Executive Function yang baik cenderung:

  1. Lebih siap masuk sekolah
  2. Lebih mampu mengelola emosi dan stres
  3. Memiliki kemampuan sosial yang lebih baik
  4. Lebih mandiri dan bertanggung jawab
  5. Lebih konsisten dalam mencapai tujuan

Bahkan, dalam jangka panjang, Executive Function memiliki korelasi kuat dengan:

  1. Prestasi akademik
  2. Kesehatan mental
  3. Stabilitas pekerjaan
  4. Kualitas hubungan sosial

Dengan kata lain, Executive Function adalah bekal hidup, bukan sekadar kemampuan sekolah.

Executive Function Dibangun, Bukan Bawaan Lahir

Kabar baiknya, Harvard menegaskan bahwa Executive Function bisa dilatih dan dikembangkan, terutama pada masa kanak-kanak. Perkembangan keterampilan ini sangat dipengaruhi oleh:

  1. Interaksi hangat dengan orang dewasa
  2. Lingkungan yang aman dan konsisten
  3. Rutinitas yang jelas
  4. Kesempatan bermain dan eksplorasi
  5. Respons orang tua yang suportif, bukan reaktif

Anak tidak belajar mengatur diri dari ceramah, tetapi dari pengalaman sehari-hari.

Peran Orang Tua dalam Menguatkan Executive Function Anak

Menurut berbagai penelitian perkembangan anak dari Harvard University, Executive Function tidak tumbuh secara otomatis. Keterampilan ini dibangun melalui relasi yang hangat, konsisten, dan responsif antara anak dan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, rumah adalah “sekolah” pertama bagi Executive Function anak. Berikut peran penting orang tua yang terbukti efektif dalam menguatkan Executive Function sejak dini:

Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Konsisten

Anak membutuhkan rasa aman untuk belajar mengatur diri. Ketika lingkungan rumah terasa stabil, otak anak tidak sibuk “bertahan”, sehingga lebih siap belajar mengelola emosi dan fokus. Lingkungan yang konsisten membantu anak membangun working memory dan kontrol diri secara alami. Yang bisa dilakukan orang tua yaitu\

  1. Menjaga rutinitas harian (jam makan, tidur, bermain)
  2. Memberi aturan yang jelas dan konsisten
  3. Menghindari ancaman atau bentakan berlebihan

Memberi Kesempatan Anak Mengambil Keputusan Sederhana

Executive Function tumbuh ketika anak dilatih berpikir dan memilih, bukan hanya mengikuti perintah. Contoh sederhana dengan “Kamu mau pakai baju merah atau biru?” atau “Mau membaca buku dulu atau membereskan mainan dulu?”. Pilihan kecil melatih anak untuk:

  1. Mengingat opsi
  2. Mempertimbangkan konsekuensi
  3. Mengambil keputusan dengan tenang

Menahan Diri untuk Tidak Selalu Membantu

Naluri orang tua sering ingin cepat menolong. Namun, menurut Harvard, terlalu sering menyelamatkan anak justru menghambat perkembangan Executive Function. Dari proses inilah ketahanan mental dan fleksibilitas berpikir terbentuk. Prinsip penting dengan mendampingi, bukan ambil alih. Biarkan anak untuk 

  1. Mencoba menyelesaikan masalah
  2. Merasakan sedikit frustrasi
  3. Mencari solusi sendiri

Mengelola Emosi dengan Memberi Contoh Nyata

Anak belajar mengatur emosi bukan dari nasihat, tetapi dari contoh langsung orang tuanya. Anak belajar bahwa emosi bisa dikelola, bukan diluapkan. Saat orang tua

  1. Menenangkan diri sebelum merespons
  2. Mengungkapkan emosi dengan kata-kata
  3. Menyelesaikan konflik tanpa marah berlebihan

Mengajak Anak Berkomunikasi dan Berdiskusi

Percakapan dua arah membantu anak menyusun pikiran, mengingat informasi, dan memahami sudut pandang orang lain. Contoh pertanyaan reflektif seperti “Menurut kamu, kenapa itu bisa terjadi?” atau “Kalau besok terjadi lagi, apa yang bisa kita lakukan?”. Diskusi seperti ini memperkuat:

  1. Working memory
  2. Cognitive flexibility
  3. Kemampuan problem solving

Membacakan Buku dan Mengajak Anak Berpikir Aktif

Membaca buku bersama bukan sekadar mengenalkan huruf, tetapi melatih Executive Function secara menyeluruh. Aktivitas ini melatih fokus, ingatan, empati, dan fleksibilitas berpikir sekaligus. Saat membaca:

  1. Ajak anak menebak alur cerita
  2. Diskusikan perasaan tokoh
  3. Hubungkan cerita dengan pengalaman anak

Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil

Executive Function berkembang melalui proses panjang. Fokus pada hasil cepat justru membuat anak takut mencoba. Apresiasi proses membantu anak membangun kepercayaan diri dan motivasi internal. Yang perlu dikuatkan:

  1. Usaha anak
  2. Ketekunan
  3. Kemampuan mencoba kembali setelah gagal

Dukung Perkembangan Executive Function Anak Bersama Mandira.id

Executive Function anak berkembang optimal ketika stimulasi kognitif, emosi, dan sosial hadir secara seimbang dalam keseharian. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua adalah menghadirkan aktivitas membaca dan bermain edukatif yang sesuai usia. Melalui berbagai pilihan buku anak, paket literasi, dan aktivitas edukatif, Mandira.id menghadirkan pendampingan yang membantu anak:

  1. Melatih fokus dan daya ingat (working memory)
  2. Menguatkan kontrol diri dan emosi (inhibitory control)
  3. Mengembangkan fleksibilitas berpikir dan kemampuan memecahkan masalah

Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi penelitian perkembangan anak dari Harvard yang menekankan pentingnya interaksi aktif, rutinitas positif, dan stimulasi bermakna sejak dini. Berikut ini adalah rekomendasi buku Mandira.id sesuai kategori yang tersedia di Mandira.id

Back to Al-Qur'an & Hadits

Cocok untuk orang tua yang ingin mengenalkan nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan dan membumi.

  • Learning Islam For Kids – pengenalan dasar tentang Islam secara ringan dan aplikatif.
  • Wow Amazing Series – kisah-kisah luar biasa dari dunia Islam yang memukau anak-anak.
  • SabaQu for Muslim Kids – cara seru belajar Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam lewat permainan.
  • Kisah Para Sahabat Rasulullah SAW – cerita inspiratif penuh teladan untuk anak-anak Muslim.

Explore The Knowledge

Mendukung rasa ingin tahu dan kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.

  • Confidence in Science – membangun kepercayaan diri anak dalam dunia sains.
  • How and Why – menjawab rasa ingin tahu anak dengan penjelasan yang sederhana.
  • Series Ilmuwan Muslim – mengenalkan tokoh-tokoh sains Muslim dengan bahasa anak.
  • Aesop’s Fables Read & Play – kisah moral klasik yang bisa dibacakan sambil bermain.
  • Little Mathematician – pengenalan konsep matematika yang mudah dan menyenangkan.

First Step Learning

Ideal untuk anak usia dini yang sedang dalam masa emas tumbuh kembang dan pembentukan karakter.

  • New Halo Balita – seri klasik yang disukai banyak orang tua untuk bonding dan edukasi dini.
  • Nabiku Idolaku Balita – mengenalkan kisah nabi-nabi secara lembut dan sesuai usia.
  • Funtastic Learning – aktivitas edukatif seru yang bisa dimainkan sambil belajar.
  • Baby All Baby – buku pertama si kecil untuk mengenal dunia di sekitarnya.
  • Healthy Kids – membiasakan hidup sehat dan mengenalkan kebiasaan baik sejak dini.

Ingin melengkapi koleksi buku anak di rumah? Di Mandira.id dapat mendapatkan buku anak premium berkualitas dengan berbagai pilihan program pembayaran yang fleksibel:

  1. Program Cash - Langsung beli sesuai harga, lihat produknya disini
  2. Program Arisan - Beli buku sambil menabung bersama teman-teman, lihat informasi selangkapnya disini
  3. Program Tabungan Buku - Nabung dahulu dan dapatkan koleksi buku impian jadi milik si kecil, lihat informasinya selangkapnya disini

Yuk, kunjungi Mandira.id sekarang dan pilih koleksi buku terbaik untuk si kecil! Klik di sini untuk cek koleksi dan program lengkapnya di Mandira.id!

Tags