Tahapan Milestone Anak Sesuai Usia dan Cara Menstimulasinya

Oleh MinDira | 31 Januari 2026 di Artikel
Bagikan artikel ini

Setiap anak memiliki ritme tumbuh kembang yang unik. Namun, dalam dunia tumbuh kembang anak, terdapat tahapan milestone yang digunakan sebagai acuan umum untuk melihat perkembangan anak sesuai usianya. Milestone ini membantu orang tua memahami kemampuan yang biasanya muncul pada rentang usia tertentu, baik dari sisi fisik, bahasa, kognitif, maupun sosial-emosional. Baca Juga : Sandang, Pangan, Papan dan Perannya dalam Perkembangan Anak

Pengertian Milestone Anak Menurut Ahli dan Penelitian

Berikut ini adalah milestone anak menurut ahli dan penelitian seperti :

  1. Pengertian Milestone Menurut Ahli Perkembangan Anak.  Menurut para ahli perkembangan anak, milestone perkembangan adalah pencapaian kemampuan tertentu yang biasanya muncul pada usia tertentu sebagai bagian dari proses maturasi dan stimulasi lingkungan. Ahli psikologi perkembangan menyebutkan bahwa milestone mencerminkan kematangan sistem saraf dan otak anak yang berkembang seiring interaksi anak dengan lingkungannya.
  2. Milestone Anak Menurut Penelitian Ilmiah. Penelitian longitudinal tentang perkembangan anak usia dini menegaskan bahwa pengalaman sehari-hari yang konsisten, seperti berbicara, bermain, dan membaca bersama, berperan besar dalam mempercepat koneksi antar sel otak pada masa awal kehidupan. Penelitian di bidang perkembangan anak menunjukkan bahwa milestone meliputi empat area utama yaitu Motorik kasar (gerakan tubuh besar), Motorik halus (gerakan tangan dan jari), Bahasa & komunikasi, dan Sosial-emosional dan kognitif
  3. Milestone dan Perkembangan Otak Anak. Riset neurosains anak menyebutkan bahwa masa awal kehidupan adalah periode pembentukan koneksi otak paling cepat. Setiap interaksi positif dengan sentuhan, suara, respons emosional membantu memperkuat jalur saraf yang berhubungan dengan kemampuan berpikir, bahasa, dan regulasi emosi. Artinya, milestone tidak hanya dipengaruhi faktor usia, tetapi juga Kualitas interaksi orang tua, Lingkungan yang aman dan responsif, dan Stimulasi yang sesuai tahap perkembangan. 

Milestone Anak Usia 0–6 Bulan: Fondasi Awal Tumbuh Kembang Anak

Usia 0–6 bulan merupakan fase paling krusial dalam kehidupan anak. Pada periode ini, otak bayi berkembang sangat pesat dan membentuk jutaan koneksi saraf setiap detik. Milestone pada tahap ini menjadi fondasi bagi perkembangan motorik, bahasa, emosi, dan kognitif di tahap selanjutnyaAhli perkembangan anak menjelaskan bahwa milestone bayi usia 0–6 bulan berkaitan erat dengan kematangan sistem saraf pusat dan kemampuan bayi dalam merespons rangsangan dari lingkungannya. Penelitian neurosains menunjukkan bahwa pengalaman awal seperti sentuhan, suara, dan interaksi wajah ke wajah membantu memperkuat jalur saraf otak yang berkaitan dengan kemampuan belajar, regulasi emosi, dan komunikasi di masa depan.

Berikut ini adalah milestone bayi 0-6 bulan seperti 

  1. Perkembangan Motorik Kasar. Ini menandakan otot leher, bahu, dan batang tubuh mulai menguat fondasi penting untuk kemampuan duduk dan merangkak. Kemampuan yang muncul seperti mengangkat kepala saat tengkurap (usia 1–3 bulan), menopang kepala dengan lebih stabil (usia 4–6 bulan), dan menggerakkan tangan dan kaki lebih aktif. Cara Menstimulasinya bisa dengan  Lakukan tummy time 3–5 kali sehari (durasi singkat tapi rutin), ajak bayi melihat wajah orang tua saat tengkurap, dan letakkan mainan atau buku yang aman di depan bayi.
  2. Perkembangan Motorik Halus. Melatih koordinasi mata dan tangan yang kelak penting untuk menulis dan aktivitas mandiri. Kemampuan yang Muncul seperti Refleks menggenggam, Membuka dan menutup tangan, dan Meraih benda di sekitarnya. Cara Menstimulasinya bisa dengan memberi mainan bertekstur aman, biarkan bayi meraih jari orang tua, dan mengganti posisi mainan agar bayi mencoba meraih.
  3. Perkembangan Sensorik. Indra penglihatan, pendengaran, dan peraba mulai terintegrasi. Kemampuan yang muncul dengan mengenali suara ibu dan ayah, menoleh ke arah suara dan tertarik pada warna kontras. Cara Menstimulasinya bisa dengan mengajak bayi berbicara dengan suara lembut, gunakan buku atau kartu kontras hitam-putih, peluk dan sentuh bayi dengan penuh kehangatan.
  4. Perkembangan Bahasa & Komunikasi. Ini adalah awal kemampuan berbahasa dan komunikasi sosial. Kemampuan yang muncul dengan mengoceh (cooing), merespons suara dengan ekspresi dan meniru intonasi suara. Cara Menstimulasinya dengan ajak bayi berbicara meski belum bisa menjawab, membalas ocehan bayi dengan senyuman dan kata dan Bacakan buku dengan suara pelan dan ritmis. 
  5. Perkembangan Sosial & Emosional. Menunjukkan terbentuknya rasa aman dan kelekatan (secure attachment). Kemampuan yang Muncul seperti senyum sosial (usia 2–3 bulan), kontak mata, dan tenang saat digendong. Cara Menstimulasinya dengan merespons cepat saat bayi menangis, ciptakan rutinitas yang konsisten, peluk, gendong, dan tatap mata bayi

Milestone Anak Usia 1–2 Tahun: Masa Emas Kemandirian & Ledakan Bahasa

Usia 1–2 tahun sering disebut sebagai fase toddler awal. Di periode ini, anak mengalami lonjakan kemampuan bergerak, berbicara, dan meniru. Otak anak sangat responsif terhadap pengalaman sehari-hari—apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan akan membentuk kebiasaan serta kepercayaan dirinya di tahap berikutnya. Pada fase ini, milestone tidak hanya soal “bisa atau belum”, tetapi bagaimana anak mencoba, bereksperimen, dan berinteraksi. Anak mulai Ingin melakukan banyak hal sendiri, Menunjukkan kemauan dan emosi dengan jelas, Meniru aktivitas orang dewasa, dan Mengembangkan kosa kata dengan cepat

Berikut ini adalah milestone bayi 1-2 tahun seperti 

  1. Perkembangan Motorik Kasar. Otot besar dan keseimbangan tubuh semakin matang. Anak belajar mengontrol tubuhnya dan mengenali batas kemampuan fisik. Kemampuan yang Umum Muncul dengan berjalan mandiri (12–15 bulan), berlari kecil dan berhenti mendadak, naik turun tangga dengan bantuan, dan menarik atau mendorong benda. Cara Menstimulasinya dengan biarkan anak berjalan bebas di area aman, mengajak bermain bola, dorong-tarik mainan, latih naik turun tangga sambil dipegang dan mengurangi gendong berlebihan saat anak ingin berjalan.
  2. Perkembangan Motorik Halus. Koordinasi mata dan tangan semakin baik—fondasi untuk menulis, menggambar, dan aktivitas mandiri di masa depan. Kemampuan yang Umum Muncul dengan menyusun 2–4 balok, memegang sendok meski belum rapi, membuka halaman buku sendiri, dan memasukkan benda ke dalam wadah, Cara Menstimulasinya dengan mengajak menyusun balok atau puzzle besar, biarkan anak makan sendiri (meski berantakan), berikan buku tebal (board book), dan mainkan aktivitas memasukkan & mengeluarkan benda.
  3. Perkembangan Bahasa & Komunikasi. Terjadi language explosion—anak memahami lebih banyak kata daripada yang bisa ia ucapkan. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Mengucapkan 5–20 kata bermakna, Menunjuk sambil menyebut nama benda, Memahami instruksi sederhana (“ambil bola”) dan Meniru kata dan suara di sekitarnya. Cara Menstimulasinya dengan sering menyebut nama benda sehari-hari, membacakan buku dengan gambar jelas & kalimat pendek, mengulangi kata anak dengan pengucapan yang benar, dan mengajak anak memilih: “mau apel atau pisang?”
  4. Perkembangan Kognitif. Anak mulai berpikir sebab-akibat dan belajar dari pengulangan. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Mengenali benda dan fungsinya, Meniru rutinitas (menyapu, menelepon), Mencoba memecahkan masalah sederhana, dan Mengingat rutinitas harian. Cara Menstimulasinya dengan Ajak bermain peran sederhana, Libatkan anak dalam rutinitas rumah, Bacakan buku rutinitas (mandi, makan, tidur), dan Beri waktu anak mencoba sebelum dibantu. 
  5. Perkembangan Sosial & Emosional. Anak belajar mengenali emosi, tetapi belum mampu mengontrolnya sepenuhnya. Kemampuan yang Umum Muncul untuk menunjukkan emosi kuat (senang, marah, kecewa), mulai tantrum ringan, meniru ekspresi dan reaksi orang dewasa, dan mencari validasi dan perhatian. Cara Menstimulasinya dengan validasi perasaan anak (“kamu sedang kesal ya”), tetap tenang saat anak tantrum, Ajari menyebutkan perasaan dengan kata sederhana, Ciptakan rutinitas yang konsisten

Milestone Anak Usia 2–3 Tahun: Ledakan Bahasa, Imajinasi, dan Emosi

Usia 2–3 tahun sering disebut sebagai fase toddler aktif. Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan pesat pada bahasa, imajinasi, kognitif, dan sosial-emosional. Anak mulai memahami dunia secara simbolik dengan bermain pura-pura, bercerita, dan mengekspresikan keinginannya dengan lebih jelas. Milestone usia 2–3 tahun menjadi jembatan penting menuju kesiapan prasekolah. Pada fase ini anak akan Banyak bertanya dan ingin tahu, Mulai menggunakan kalimat sederhana, Menunjukkan emosi yang lebih kompleks, dan Mulai bermain dengan tujuan dan peran.  Berikut ini Area Perkembangan Milestone Anak Usia 2–3 Tahun seperti 

  1. Perkembangan Motorik Kasar. Keseimbangan dan koordinasi tubuh semakin matang. Anak mulai percaya diri dengan kemampuan fisiknya. Kemampuan yang Umum Muncul seperti Berlari lebih stabil dan cepat, Melompat dengan dua kaki, Naik turun tangga tanpa bantuan penuh, dan Menendang dan melempar bola. Cara Menstimulasinya dengan mengajak bermain kejar-kejaran ringan, Bermain lompat garis atau genangan, Main bola sederhana di rumah, dam Sediakan waktu bermain di luar ruangan.
  2. Perkembangan Motorik Halus. Koordinasi jari semakin baik—dasar keterampilan menulis dan aktivitas mandiri. Kemampuan yang Umum Muncul dengan menyusun 4–6 balok, Membuka dan menutup wadah, Mencoret-coret dengan krayon, dan Memegang sendok dan gelas lebih stabil.  Cara Menstimulasinya dengan Aktivitas tempel-menempel, Menggambar bebas dengan krayon, Bermain puzzle besar, dan Libatkan anak merapikan mainan.
  3. Perkembangan Bahasa & Komunikasi. Bahasa menjadi alat utama anak untuk berinteraksi dan mengekspresikan keinginan. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Menggunakan kalimat 2–4 kata, Mengikuti instruksi 2 langkah, Menyebutkan nama benda dan orang, dan Mulai bertanya “apa” dan “kenapa”. Cara Menstimulasinya dengan Bacakan cerita dan ajak berdiskusi ringan, Ajukan pertanyaan terbuka, Perluas kalimat anak (anak: “bola”, orang tua: “iya, bola merah”) dan Kurangi gadget pasif.
  4. Perkembangan Kognitif. Anak mulai berpikir simbolik dan memecahkan masalah sederhana. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Bermain peran (dokter, ibu-ibuan), Mengelompokkan benda sederhana, Mengingat kejadian tertentu, dan Mulai memahami sebab-akibat. Cara Menstimulasinya dengan Bermain pura-pura bersama anak, Ajak mengelompokkan warna/bentuk, Bacakan buku cerita beralur sederhana, dan Biarkan anak mencoba memecahkan masalah.
  5. Perkembangan Sosial & Emosional. Anak belajar mengenali emosi, tetapi belum mampu mengontrolnya sepenuhnya. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Menunjukkan empati sederhana, Masih muncul tantrum, Mulai bermain berdampingan dengan teman, dan Meniru perilaku orang dewasa. Cara Menstimulasinya dengan Bantu anak memberi nama emosi, Validasi perasaan sebelum mengarahkan, Berikan contoh regulasi emosi, dan Tetapkan aturan sederhana dan konsisten.

Milestone Anak Usia 3–5 Tahun: Masa Emas Kesiapan Sekolah & Regulasi Emosi

Usia 3–5 tahun dikenal sebagai fase prasekolah, di mana anak mulai menunjukkan kemampuan berpikir yang lebih kompleks, komunikasi yang semakin lancar, serta keterampilan sosial yang berkembang pesat. Pada tahap ini, anak belajar memahami aturan, bekerja sama, dan mengekspresikan diri dengan lebih terarah fondasi penting untuk kesiapan sekolah dan kehidupan sosial. Di usia ini, anak akan Berbicara lebih lancar dan runtut, Mulai memahami konsep aturan dan giliran, Mampu mengelola emosi dengan bantuan orang dewasa, dan Menunjukkan rasa ingin tahu tinggi dan kemampuan bertanya mendalam. Milestone usia 3–5 tahun berperan besar dalam membentuk kepercayaan diri, kemandirian, dan kesiapan akademik dasar.

Berikut ini adalah Area Perkembangan Milestone Anak Usia 3–5 Tahun

  1. Perkembangan Motorik Kasar. Koordinasi tubuh dan kekuatan otot semakin matang, membantu anak lebih percaya diri dalam aktivitas fisik dan bermain kelompok. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Berlari, melompat, dan memanjat dengan seimbang, Berdiri dengan satu kaki, Mengayuh sepeda roda tiga, dan Mengkoordinasikan gerakan tubuh dengan baik. Cara Menstimulasinya dengan Ajak anak bermain di luar ruangan, Mainkan permainan lompat, kejar-kejaran, dan rintangan sederhana, Beri kesempatan anak mencoba aktivitas fisik baru, dan Batasi aktivitas pasif terlalu lama.
  2. Perkembangan Motorik Halus. Motorik halus menjadi dasar kesiapan menulis dan aktivitas akademik awal. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Menggambar bentuk sederhana, Menggunting dengan bantuan, Menyusun puzzle lebih kompleks, dan Memegang pensil dengan lebih terkontrol. Cara Menstimulasinya dengan Ajak menggambar dan mewarnai, Bermain puzzle, lego, dan manik-manik, Aktivitas tempel, lipat, dan gunting kertas, dan Biarkan anak berlatih menulis bebas
  3. Perkembangan Bahasa & Komunikasi. Bahasa menjadi alat utama berpikir dan belajar. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Berbicara dengan kalimat lengkap, Menceritakan pengalaman sederhana, Mengajukan banyak pertanyaan, dan Memahami cerita dan instruksi Panjang. Cara Menstimulasinya seperti membacakan buku cerita secara rutin, mengajak anak berdiskusi dan bercerita, mendorong anak mengungkapkan pendapat dan memperluas kosa kata melalui cerita.
  4. Perkembangan Kognitif. Anak mulai berpikir logis dan memahami pola. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Mengenal warna, bentuk, dan angka dasar, Mengelompokkan dan mengurutkan benda, Memahami konsep waktu sederhana, dan Menyelesaikan masalah sederhana. Cara Menstimulasinya dengan Bermain puzzle dan permainan logika, mengajak berhitung sederhana dalam aktivitas harian, membacakan buku konsep (angka, warna, bentuk), dan mengaajak anak memecahkan masalah kecil.
  5. Perkembangan Sosial & Emosional. Anak belajar berempati, bersosialisasi, dan mengelola emosi. Kemampuan yang Umum Muncul dengan Bermain bersama dan bekerja sam, mengikuti aturan sederhana, Mulai memahami perasaan orang lain, dan Lebih mampu mengendalikan emosi. Cara Menstimulasinya dengan melatih berbagi dan menunggu giliran, mengajari anak mengenali dan menyebut emosi, memberikan contoh perilaku empati, dan menetapkan aturan konsisten dengan penjelasan.

Dukung Milestone Anak bersama Produk Mandira.id

Setiap tahapan milestone anak membutuhkan stimulasi yang tepat, konsisten, dan menyenangkan. Di tengah rutinitas orang tua, menghadirkan aktivitas belajar yang sesuai usia sering kali menjadi tantangan. Karena itu, dukungan media belajar yang tepat dapat membantu orang tua mendampingi tumbuh kembang anak dengan lebih terarah dan tanpa tekanan.

Produk-produk dari Mandira.id dirancang untuk menemani setiap fase perkembangan anak mulai dari bayi hingga usia prasekolah dengan pendekatan bermain dan membaca yang sesuai tahap usia. Melalui buku dan permainan edukatif yang interaktif, orang tua dapat menstimulasi kemampuan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional anak secara alami dalam aktivitas sehari-hari.

Berikut ini adalah rekomendasi buku Mandira.id sesuai kategori yang tersedia di Mandira.id

Back to Al-Qur'an & Hadits

Cocok untuk orang tua yang ingin mengenalkan nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan dan membumi.

  • Learning Islam For Kids – pengenalan dasar tentang Islam secara ringan dan aplikatif.
  • Wow Amazing Series – kisah-kisah luar biasa dari dunia Islam yang memukau anak-anak.
  • SabaQu for Muslim Kids – cara seru belajar Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam lewat permainan.
  • Kisah Para Sahabat Rasulullah SAW – cerita inspiratif penuh teladan untuk anak-anak Muslim.

Explore The Knowledge

Mendukung rasa ingin tahu dan kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.

  • Confidence in Science – membangun kepercayaan diri anak dalam dunia sains.
  • How and Why – menjawab rasa ingin tahu anak dengan penjelasan yang sederhana.
  • Series Ilmuwan Muslim – mengenalkan tokoh-tokoh sains Muslim dengan bahasa anak.
  • Aesop’s Fables Read & Play – kisah moral klasik yang bisa dibacakan sambil bermain.
  • Little Mathematician – pengenalan konsep matematika yang mudah dan menyenangkan.

First Step Learning

Ideal untuk anak usia dini yang sedang dalam masa emas tumbuh kembang dan pembentukan karakter.

  • New Halo Balita – seri klasik yang disukai banyak orang tua untuk bonding dan edukasi dini.
  • Nabiku Idolaku Balita – mengenalkan kisah nabi-nabi secara lembut dan sesuai usia.
  • Funtastic Learning – aktivitas edukatif seru yang bisa dimainkan sambil belajar.
  • Baby All Baby – buku pertama si kecil untuk mengenal dunia di sekitarnya.
  • Healthy Kids – membiasakan hidup sehat dan mengenalkan kebiasaan baik sejak dini.

Ingin melengkapi koleksi buku anak di rumah? Di Mandira.id dapat mendapatkan buku anak premium berkualitas dengan berbagai pilihan program pembayaran yang fleksibel:

  1. Program Cash - Langsung beli sesuai harga, lihat produknya disini
  2. Program Arisan - Beli buku sambil menabung bersama teman-teman, lihat informasi selangkapnya disini
  3. Program Tabungan Buku - Nabung dahulu dan dapatkan koleksi buku impian jadi milik si kecil, lihat informasinya selangkapnya disini

Yuk, kunjungi Mandira.id sekarang dan pilih koleksi buku terbaik untuk si kecil! Klik di sini untuk cek koleksi dan program lengkapnya di Mandira.id!

Tags