Tantangan Parenting Gen Beta: Antara Teknologi, Emosi, dan Karakter Anak

Oleh MinDira | 30 Januari 2026 di Artikel
Bagikan artikel ini

Setiap generasi tumbuh dengan tantangannya sendiri. Setelah Gen Alpha, dunia kini memasuki fase Gen Beta adalah generasi anak yang akan hidup di era teknologi yang jauh lebih canggih, cepat, dan terhubung. Kondisi ini membuat peran orang tua menjadi semakin krusial, bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pendamping tumbuh kembang anak secara utuh. Baca Juga : Pendiam Bukan Berarti Bermasalah - Mengenal Kepribadian Anak Introvert

Apa Itu Gen Beta?

Gen Beta adalah generasi anak yang lahir mulai sekitar tahun 2025 hingga 2039. Mereka diprediksi akan tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), otomasi, dan dunia digital yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Beta tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi hidup berdampingan dengan teknologi sejak lahir. Pola belajar, bermain, dan berinteraksi mereka akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan digital, sekaligus perubahan sosial yang dinamis.

Ciri-Ciri Anak Gen Beta yang Perlu Orang Tua Kenali

Memahami karakter dasar Gen Beta membantu orang tua menyesuaikan pola asuh sejak dini. Berikut beberapa ciri umum anak-anak Gen Beta:

  1. Sangat Akrab dengan Teknologi. Anak Gen Beta tumbuh di lingkungan yang sarat layar dan perangkat digital. Mereka cenderung cepat memahami teknologi, intuitif terhadap gawai, dan terbiasa dengan visual serta interaksi digital. Tantangannya adalah tanpa pendampingan, anak berisiko pasif secara fisik dan kurang terlatih dalam interaksi sosial langsung.
  2. Cepat Menyerap Informasi. Akses informasi yang luas membuat anak Gen Beta mudah belajar hal baru. Mereka responsif terhadap stimulasi visual, audio, dan interaktif. Tantangannya adalah anak mudah terdistraksi dan kurang terlatih fokus jangka panjang jika tidak dibiasakan dengan aktivitas yang seimbang.
  3. Sensitif Secara Emosional. Paparan lingkungan yang cepat dan padat stimulasi membuat anak Gen Beta berpotensi lebih sensitif. Mereka bisa merasa cepat bosan, mudah frustrasi, atau kesulitan mengelola emosi. Perlu perhatian orang tua dengan membantu anak mengenali emosi, mengekspresikannya dengan kata-kata, dan belajar menenangkan diri.
  4. Butuh Makna dan Koneksi Emosional. Meski dekat dengan teknologi, anak Gen Beta tetap membutuhkan hubungan emosional yang hangat. Mereka berkembang optimal saat merasa didengar, dihargai, dan aman secara emosional.
  5. Potensi Kreatif dan Adaptif Tinggi. Gen Beta diprediksi menjadi generasi yang fleksibel, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan cepat jika sejak dini dibekali lingkungan yang mendukung eksplorasi dan rasa ingin tahu.

Tantangan Parenting Gen Beta: Antara Teknologi, Emosi, dan Karakter

Berikut ini adalah tantangan parenting gen beta antara teknologi, emosi dan karakter seperti :

  1. Tantangan Teknologi: Menjadi Pendamping, Bukan Pengganti. Peran orang tua bukan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan mengajarkan cara menggunakan teknologi secara sehat dan bermakna. Pendampingan, batasan waktu layar, serta aktivitas non-digital seperti membaca dan bermain bersama sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan.
  2. Tantangan Emosi: Membangun Keamanan Emosional Sejak Dini. Anak Gen Beta perlu ruang aman untuk belajar memahami emosi. Orang tua berperan sebagai emotional coach yang membantu anak mengelola perasaan, bukan sekadar mengoreksi perilaku.
  3. Tantangan Karakter: Membentuk Nilai di Tengah Dunia yang Cepat. Di tengah arus informasi dan tuntutan prestasi, pembentukan karakter menjadi fondasi penting. Nilai seperti empati, tanggung jawab, disiplin, dan kejujuran perlu ditanamkan lewat kebiasaan sehari-hari.
  4. Tantangan Orang Tua: Terus Bertumbuh Bersama Anak. Parenting Gen Beta bukan tentang menjadi orang tua yang serba tahu, melainkan orang tua yang mau belajar, beradaptasi, dan hadir sepenuh hati.

Menyiapkan Gen Beta Dimulai dari Rumah

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia yang begitu cepat, rumah tetap menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak Gen Beta. Sebelum anak mengenal dunia luar, sekolah, atau teknologi, rumah adalah tempat pertama mereka belajar tentang rasa aman, nilai hidup, dan hubungan antarmanusia. Menyiapkan Gen Beta tidak membutuhkan rumah yang sempurna, tetapi lingkungan yang hangat, konsisten, dan penuh kesadaran dari orang tua.

  1. Rumah sebagai Ruang Aman Emosional. Anak Gen Beta hidup di dunia yang penuh stimulasi. Karena itu, mereka membutuhkan rumah sebagai tempat kembali yang menenangkan. Orang tua dapat membangun rasa aman emosional dengan Mendengarkan anak tanpa menghakimi, Menghargai perasaan anak, sekecil apa pun, dan Hadir secara utuh saat berinteraksi, bukan sambil terdistraksi layar. Ketika anak merasa aman secara emosional, mereka lebih mudah belajar mengelola emosi, percaya diri, dan berani mencoba hal baru.
  2. Rutinitas Sederhana yang Konsisten. Di tengah dunia yang serba cepat, rutinitas justru membantu anak Gen Beta merasa stabil. Rutinitas tidak harus kaku, tetapi konsisten. Contoh rutinitas bermakna di rumah seperti Waktu membaca bersama sebelum tidur, Jadwal makan dan tidur yang teratur, dan Momen ngobrol ringan setiap hari. Rutinitas ini membantu anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan rasa aman terhadap lingkungan sekitarnya.
  3. Interaksi Nyata di Tengah Teknologi. Teknologi akan selalu hadir dalam hidup Gen Beta. Namun, rumah perlu menjadi tempat anak belajar interaksi manusia yang nyata. Yang bisa dilakukan orang tua dengan Mengajak anak berdiskusi, bukan hanya memberi instruksi, Bermain bersama tanpa gadget, dan Melibatkan anak dalam aktivitas rumah sederhana. Interaksi langsung ini membangun empati, kemampuan komunikasi, dan kedekatan emosional yang tidak bisa digantikan oleh layar.
  4. Menanamkan Nilai Lewat Teladan. Anak Gen Beta belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Rumah menjadi “sekolah karakter” pertama bagi anak. Nilai yang bisa ditanamkan melalui keseharian dengan Cara berbicara yang sopan, Cara menyelesaikan konflik dengan tenang, dan Sikap menghargai dan peduli pada orang lain. Keteladanan orang tua adalah fondasi utama pembentukan karakter anak.
  5. Membiasakan Anak dengan Literasi Sejak Dini. Membaca bersama di rumah bukan sekadar aktivitas akademis, tetapi juga momen emosional yang kuat. Lewat buku, anak Gen Beta belajar kosa kata, empati, imajinasi, dan nilai kehidupan. Kebiasaan membaca dapat Mengurangi ketergantungan pada layar, Melatih fokus dan daya piker, dan Menguatkan ikatan orang tua dan anak. Literasi yang dimulai dari rumah akan menjadi bekal jangka panjang bagi anak menghadapi masa depan.
  6. Orang Tua Bertumbuh Bersama Anak. Menyiapkan Gen Beta bukan berarti orang tua harus selalu tahu jawabannya. Justru, anak membutuhkan orang tua yang mau belajar, reflektif, dan terbuka terhadap perubahan. Ketika orang tua bertumbuh, anak pun ikut bertumbuh.

Dukung Tumbuh Kembang Gen Beta Bersama Mandira.id

Untuk mendampingi anak Gen Beta, orang tua membutuhkan sumber belajar yang tepat. Buku dan produk edukatif yang dirancang sesuai usia dapat menjadi sarana membangun kebiasaan membaca, menguatkan karakter, dan menciptakan momen berkualitas bersama anak. Menyiapkan anak Gen Beta tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan pendampingan yang konsisten, stimulasi yang tepat, dan sumber belajar yang terpercaya semua itu bisa dimulai dari rumah bersama Mandira.id.

Mandira.id menghadirkan beragam buku dan produk edukatif anak yang dirancang untuk

  1. Menstimulasi perkembangan kognitif sesuai tahapan usia
  2. Menguatkan emosi dan karakter anak lewat cerita dan aktivitas bermakna
  3. Menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini sebagai fondasi belajar jangka Panjang
  4. Menciptakan quality time orang tua dan anak di tengah kesibukan dan paparan layar

Dengan pendekatan yang menyeluruh menggabungkan literasi, nilai kehidupan, dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Mandira.id menjadi partner orang tua dalam mendampingi Gen Beta tumbuh lebih seimbang, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Berikut ini adalah rekomendasi buku Mandira.id sesuai kategori yang tersedia di Mandira.id

Back to Al-Qur'an & Hadits

Cocok untuk orang tua yang ingin mengenalkan nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan dan membumi.

  • Learning Islam For Kids – pengenalan dasar tentang Islam secara ringan dan aplikatif.
  • Wow Amazing Series – kisah-kisah luar biasa dari dunia Islam yang memukau anak-anak.
  • SabaQu for Muslim Kids – cara seru belajar Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam lewat permainan.
  • Kisah Para Sahabat Rasulullah SAW – cerita inspiratif penuh teladan untuk anak-anak Muslim.

Explore The Knowledge

Mendukung rasa ingin tahu dan kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.

  • Confidence in Science – membangun kepercayaan diri anak dalam dunia sains.
  • How and Why – menjawab rasa ingin tahu anak dengan penjelasan yang sederhana.
  • Series Ilmuwan Muslim – mengenalkan tokoh-tokoh sains Muslim dengan bahasa anak.
  • Aesop’s Fables Read & Play – kisah moral klasik yang bisa dibacakan sambil bermain.
  • Little Mathematician – pengenalan konsep matematika yang mudah dan menyenangkan.

First Step Learning

Ideal untuk anak usia dini yang sedang dalam masa emas tumbuh kembang dan pembentukan karakter.

  • New Halo Balita – seri klasik yang disukai banyak orang tua untuk bonding dan edukasi dini.
  • Nabiku Idolaku Balita – mengenalkan kisah nabi-nabi secara lembut dan sesuai usia.
  • Funtastic Learning – aktivitas edukatif seru yang bisa dimainkan sambil belajar.
  • Baby All Baby – buku pertama si kecil untuk mengenal dunia di sekitarnya.
  • Healthy Kids – membiasakan hidup sehat dan mengenalkan kebiasaan baik sejak dini.

Ingin melengkapi koleksi buku anak di rumah? Di Mandira.id dapat mendapatkan buku anak premium berkualitas dengan berbagai pilihan program pembayaran yang fleksibel:

  1. Program Cash - Langsung beli sesuai harga, lihat produknya disini
  2. Program Arisan - Beli buku sambil menabung bersama teman-teman, lihat informasi selangkapnya disini
  3. Program Tabungan Buku - Nabung dahulu dan dapatkan koleksi buku impian jadi milik si kecil, lihat informasinya selangkapnya disini

Yuk, kunjungi Mandira.id sekarang dan pilih koleksi buku terbaik untuk si kecil! Klik di sini untuk cek koleksi dan program lengkapnya di Mandira.id!

Tags