Bagi banyak orang tua, matematika sering dianggap pelajaran yang sulit dan menegangkan. Padahal, belajar matematika sejak dini justru bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan jika dilakukan dengan cara yang tepat. Di usia anak-anak, matematika bukan soal rumus, melainkan tentang melatih logika, pola pikir, dan kemampuan memecahkan masalah. Baca Juga : Memilih Buku Anak Sesuai Usia agar Tumbuh Kembang Lebih Optimal
Matematika membantu anak memahami dunia di sekitarnya. Saat anak belajar menghitung, membandingkan ukuran, mengenali pola, atau mengelompokkan benda, sebenarnya mereka sedang:
Kemampuan ini akan menjadi fondasi penting untuk proses belajar anak di tahap berikutnya.
Belajar matematika pada anak usia dini tidak perlu dilakukan dengan cara formal seperti di sekolah. Justru, anak akan lebih mudah memahami konsep matematika melalui aktivitas sehari-hari, misalnya:
Dengan cara ini, anak belajar tanpa merasa sedang “belajar”.
Hindari kalimat yang membuat anak takut dengan matematika. Gunakan nada yang santai dan suportif. Agar anak tertarik dan tidak merasa tertekan, orang tua bisa menerapkan beberapa pendekatan berikut:
Sikap orang tua sangat memengaruhi cara anak memandang matematika. Ketika orang tua menunjukkan bahwa matematika itu menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak akan tumbuh dengan persepsi yang lebih positif.
Belajar matematika sejak dini bukan tentang mengejar kemampuan berhitung yang cepat, melainkan tentang membangun logika dan pola pikir anak secara bertahap. Dengan pendekatan yang menyenangkan, penuh eksplorasi, dan tanpa tekanan, matematika bisa menjadi sahabat anak dalam proses tumbuh kembangnya.
Cash dengan diskon 50% dari harga Rp.1.750.000 menjadi Rp. 875.000 dengan Periode 15 - 30 Januari 2026.