Pendekatan Montessori: Menumbuhkan Minat Belajar Anak Sejak Kecil

Oleh MinDira | 26 Januari 2026 di Promo
Bagikan artikel ini

Setiap anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar. Mereka suka menyentuh, mencoba, mengulang, dan bertanya tanpa henti. Pendekatan Montessori hadir untuk merawat rasa ingin tahu alami ini, bukan mematikannya. Dengan cara belajar yang menghargai ritme dan keunikan anak, Montessori membantu menumbuhkan minat belajar sejak usia dini secara alami dan menyenangkan. Baca Juga : Executive Function Menurut Harvard - Fondasi Penting Kesuksesan Anak Sejak Dini

Pengertian Pendekatan Montessori

Pendekatan Montessori adalah metode pendidikan yang menekankan bahwa anak belajar paling baik ketika mereka diberi kebebasan untuk mengeksplorasi, mencoba, dan menemukan sendiri, sesuai dengan tahap perkembangannya. Dalam pendekatan ini, anak dipandang sebagai individu yang aktif, mampu berpikir, dan memiliki dorongan alami untuk belajar. Montessori tidak berfokus pada hafalan atau hasil cepat, tetapi pada proses belajar yang bermakna. Anak diajak memahami konsep melalui pengalaman langsung, bukan sekadar mendengar instruksi atau meniru.

Secara sederhana, Montessori berangkat dari keyakinan bahwa anak memiliki rasa ingin tahu alami. Tugas orang dewasa bukan mengisi anak dengan pengetahuan, melainkan menyiapkan lingkungan yang memungkinkan rasa ingin tahu itu tumbuh. Beberapa prinsip dasar dalam pendekatan Montessori antara lain:

  1. Child-centered (berpusat pada anak). Aktivitas belajar disesuaikan dengan minat dan kesiapan anak, bukan sebaliknya.
  2. Belajar melalui pengalaman nyata. Anak belajar dengan menggunakan pancaindra: menyentuh, melihat, memegang, dan mencoba langsung.
  3. Kemandirian sebagai tujuan utama. Anak dilatih melakukan banyak hal sendiri, dari aktivitas sederhana hingga tugas yang lebih kompleks.
  4. Lingkungan yang terstruktur dan teratur. Lingkungan belajar dibuat rapi dan mudah diakses anak agar ia bisa belajar secara mandiri tanpa banyak intervensi.
  5. Peran orang dewasa sebagai pendamping. Orang tua atau pendidik mengamati, mendukung, dan memberi contoh, bukan mendikte.

Dengan prinsip-prinsip ini, Montessori membantu anak membangun hubungan positif dengan belajar. Anak tidak belajar karena terpaksa, tetapi karena ia merasa tertarik, mampu, dan dihargai.

Mengapa Montessori Efektif Menumbuhkan Minat Belajar Anak?

Minat belajar tidak muncul dari tekanan, melainkan dari rasa aman dan kebebasan bereksplorasi. Inilah beberapa alasan mengapa Montessori efektif :

  1. Anak Belajar Sesuai Ritmenya. Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Montessori menghargai proses ini tanpa membandingkan satu anak dengan anak lain. Ketika anak merasa tidak dituntut, ia justru lebih tertarik untuk mencoba.
  2. Belajar Lewat Pengalaman Nyata. Montessori menekankan aktivitas konkret, bukan sekadar teori. Anak belajar lewat sentuhan, gerakan, dan pengalaman sehari-hari, sehingga proses belajar terasa lebih nyata dan menyenangkan.
  3. Memberi Ruang untuk Mandiri. Anak diberi kesempatan memilih aktivitasnya sendiri. Saat anak merasa dipercaya, rasa percaya diri tumbuh, dan minat belajar muncul dari dalam diri, bukan karena disuruh.
  4. Lingkungan yang Mendukung Fokus. Lingkungan Montessori biasanya rapi, sederhana, dan terstruktur. Hal ini membantu anak lebih fokus dan nyaman saat belajar tanpa distraksi berlebihan.

Peran Orang Tua dalam Pendekatan Montessori

Dalam Montessori, orang tua bukan pengajar utama, melainkan pendamping. Tugas orang tua adalah menyiapkan lingkungan, memberikan contoh, dan memberi ruang bagi anak untuk mencoba. Hal sederhana seperti membiarkan anak menuang air sendiri, memilih buku yang ingin dibaca, atau merapikan mainannya, sudah menjadi bagian dari pembelajaran Montessori yang bermakna.

Montessori tidak selalu identik dengan sekolah khusus atau alat mahal. Orang tua bisa menerapkannya di rumah melalui aktivitas sehari-hari dan pilihan buku yang sesuai usia. Buku dengan ilustrasi jelas, cerita sederhana, serta aktivitas yang mendorong anak berpikir dan mencoba sendiri dapat membantu anak menikmati proses belajar sejak dini.

Menumbuhkan Cinta Belajar Seumur Hidup

Pendekatan Montessori bukan hanya tentang anak pintar lebih cepat, tetapi tentang anak yang mencintai proses belajar. Ketika minat belajar tumbuh sejak kecil, anak akan lebih siap menghadapi tantangan di tahap selanjutnya dengan rasa percaya diri dan kemandirian. Dengan pendekatan yang tepat, belajar bukan lagi hal yang menegangkan, melainkan pengalaman yang menyenangkan dan penuh makna bagi anak.

Dukung Metode Montessori Anak Lewat Buku Healthy Kids dari Mandira

Pendekatan Montessori menekankan pembelajaran dari kehidupan sehari-hari yang dekat dengan anak. Prinsip ini sejalan dengan buku Healthy Kids dari Mandira, yang dirancang untuk membantu anak mengenal kebiasaan sehat melalui cerita dan aktivitas sederhana.

Melalui buku Healthy Kids (Healthy Kids), anak diajak memahami rutinitas harian seperti menjaga kebersihan diri, mengenal makanan sehat, dan membangun kebiasaan positif dengan cara yang mudah dipahami. Aktivitas yang ditampilkan mendorong anak untuk aktif mengamati, mencoba, dan mengulang—sesuai dengan prinsip Montessori yang menghargai proses belajar alami anak.

Buku ini dapat menjadi pendamping orang tua dalam menerapkan Montessori di rumah, karena:

  • Mengangkat aktivitas nyata yang dekat dengan keseharian anak
  • Mendorong kemandirian dan tanggung jawab sejak dini
  • Membantu anak belajar melalui visual, cerita, dan diskusi ringan

Dengan dukungan buku Healthy Kids dari Mandira, metode Montessori tidak hanya menjadi konsep, tetapi bisa diterapkan secara praktis dalam aktivitas membaca dan interaksi sehari-hari bersama anak.

Promo Road to Marketing Summit 2026 - Healthy Kids

Cash dengan diskon 25% dari harga Rp.1.225.000 menjadi Rp. 980.000 dengan Periode 26 Januari - 15 Februari 2026 free Pushbike

Arisan dengan pilihan periode arisan 5 dan 10 bulan mulai dari harga Rp. 98.000 hingga 196.000 dengan Periode 26 Januari - 15 Februari 2026 free Pushbike

Tabungan dengan pilihan periode arisan 3, 5, 6 dan 10 bulan mulai dari harga Rp. 98.000 sampai dengan Rp. 326.667 dengan Periode 19 - 30 Januari 2026.

Tags