Mengenal Sensory Seeker pada Anak dan Cara Mendukung Kebutuhannya

Oleh MinDira | 04 Februari 2026 di Artikel
Bagikan artikel ini

Pernah merasa anak tidak bisa diam, suka memanjat, berlari, melompat, atau menyentuh hampir semua benda di sekitarnya? Banyak orang tua langsung khawatir dan mengira anak terlalu aktif atau sulit diatur. Padahal, bisa jadi anak sedang berada dalam fase sensory seeker. Baca Juga : Tantangan Parenting Gen Beta - Antara Teknologi, Emosi, dan Karakter Anak

Apa Itu Sensory Seeker?

Menurut para ahli perkembangan anak dan terapi okupasi, sensory seeker adalah anak yang memiliki kebutuhan lebih tinggi terhadap stimulasi sensorik agar sistem sarafnya dapat berfungsi dengan optimal. Dalam kerangka sensory processing, para ahli menjelaskan bahwa setiap anak memiliki cara berbeda dalam menerima dan merespons rangsangan dari lingkungan. Anak sensory seeker termasuk dalam kelompok yang aktif mencari rangsangan karena input sensorik yang diterima terasa “belum cukup” bagi otaknya. Beberapa penjelasan dari sudut pandang ahli:

  1. Ahli Terapi Okupasi menjelaskan bahwa sensory seeker adalah anak yang secara sadar maupun tidak sadar mencari sensasi melalui gerakan, sentuhan, suara, atau tekanan tubuh untuk membantu mereka merasa lebih terorganisir dan fokus.
  2. Ahli Neurodevelopment menyebutkan bahwa pada anak sensory seeker, sistem saraf pusat membutuhkan input sensorik tambahan agar tubuh dan emosi berada dalam kondisi seimbang (regulated). Tanpa stimulasi yang cukup, anak bisa terlihat gelisah atau sulit diam.
  3. Pakar Perkembangan Anak menegaskan bahwa sensory seeker bukan gangguan perilaku dan bukan diagnosis medis, melainkan variasi alami dalam cara anak memproses informasi sensorik.

Dengan kata lain, sensory seeker adalah anak yang belajar dan mengenal dunia melalui pengalaman sensorik yang intens—bergerak, menyentuh, merasakan, dan bereksplorasi lebih aktif dibandingkan anak lain. Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa perilaku anak sensory seeker bukan bentuk pembangkangan, melainkan sinyal bahwa tubuh dan otaknya sedang membutuhkan stimulasi tertentu. Ketika kebutuhan ini dipenuhi dengan cara yang tepat, anak justru bisa berkembang lebih optimal secara emosi, fokus, dan kepercayaan diri.

Ciri-Ciri Anak Sensory Seeker

Penting dipahami bahwa anak sensory seeker bukan anak nakal atau kurang disiplin. Mereka hanya memiliki kebutuhan sensorik yang lebih tinggi. Setiap anak unik, namun sensory seeker biasanya menunjukkan beberapa ciri berikut:

  1. Sulit duduk tenang dalam waktu lama
  2. Suka melompat, berlari, atau memanjat
  3. Menyukai permainan fisik dan aktivitas berat
  4. Sering menyentuh benda atau orang di sekitarnya
  5. Menikmati permainan dengan tekstur, suara, dan gerakan

Mengapa Anak Bisa Menjadi Sensory Seeker?

Anak menjadi sensory seeker bukan tanpa sebab. Perilaku ini berkaitan erat dengan cara kerja sistem saraf, tahap perkembangan otak, serta pengalaman sensorik yang diterima anak sejak dini. Berikut penjelasan detailnya:

  1. Sistem Saraf Anak Membutuhkan Input Lebih Banyak. Pada anak sensory seeker, otak membutuhkan rangsangan sensorik yang lebih kuat atau lebih sering agar bisa merasa “cukup”. Input sensorik ini membantu otak mengatur fokus, emosi, dan kesadaran tubuh. Tanpa stimulasi yang memadai, anak bisa tampak Gelisah, Sulit diam, dan Mudah terdistraksi. Sehingga anak secara alami akan mencari sensasi lewat gerakan, sentuhan, atau suara.
  2. Proses Regulasi Diri Belum Matang. Kemampuan mengatur emosi, energi, dan impuls (self-regulation) masih berkembang, terutama pada usia balita dan prasekolah. Pada sensory seeker gerakan berlebihan bukan untuk mengganggu melainkan cara tubuh menenangkan dirinya sendiri. Melompat, berlari, atau memutar tubuh membantu sistem saraf anak menjadi lebih stabil.
  3. Tahap Perkembangan Otak dan Tubuh. Di usia dini, anak belajar lewat tubuhnya. Anak sensory seeker cenderung mengandalkan pengalaman fisik untuk memahami dunia dan belajar paling efektif lewat eksplorasi langsung. Ini adalah bagian dari perkembangan normal, terutama pada anak yang aktif secara motorik.
  4. Faktor Temperamen Alami Anak. Setiap anak lahir dengan temperamen berbeda. Beberapa anak memang lebih aktif, lebih eksploratif, dan lebih berani mencoba sensasi baru. Temperamen ini bukan sesuatu yang salah, melainkan ciri bawaan yang perlu diarahkan dengan tepat.
  5. Lingkungan Kurang Memberi Stimulasi Sesuai Kebutuhan. Ketika anak tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk bergerak atau bereksplorasi kebutuhan sensoriknya tidak tersalurkan dan anak akan mencari stimulasi sendiri, sering kali di waktu dan cara yang tidak tepat. Ini bisa membuat anak tampak “berlebihan” di rumah atau sekolah.
  6. Bukan Karena Pola Asuh yang Salah. Penting ditegaskan bahwa anak menjadi sensory seeker bukan karena orang tua gagal mendidik, bukan karena terlalu dimanjakan, dan bukan karena kurang disiplin. Ini adalah respons biologis dan perkembangan yang alami.

Cara Mendukung Kebutuhan Anak Sensory Seeker

Buku aktivitas, permainan edukatif, dan aktivitas terstruktur dapat membantu anak menyalurkan kebutuhan sensoriknya dengan lebih positif. Alih-alih melarang terus-menerus, orang tua bisa membantu dengan cara yang lebih tepat. Berikut ini adalah cara mendukung kebutuhan anak sensory seeker seperti :

  1. Sediakan Aktivitas Gerak Terjadwal. Ajak anak melakukan aktivitas fisik rutin seperti lompat kecil, bermain bola, atau permainan motorik kasar agar kebutuhan geraknya terpenuhi.
  2. Berikan Stimulasi Sensorik yang Aman. Gunakan permainan dengan berbagai tekstur, aktivitas meremas, menyusun, atau bermain air dan pasir (dengan pengawasan).
  3. Kurangi Label Negatif. Hindari mengatakan anak “bandel” atau “tidak bisa diam”. Label ini bisa memengaruhi kepercayaan diri anak.
  4. Bantu Anak Mengenali Tubuhnya. Aktivitas yang melibatkan kesadaran tubuh membantu anak belajar mengatur energi dan emosi.
  5. Arahkan Energi Lewat Aktivitas Bermakna

Kunci Utama: Dipahami, Bukan Dibandingkan

Setiap anak berkembang dengan ritmenya sendiri. Anak sensory seeker bukan anak bermasalah melainkan mereka hanya membutuhkan pendekatan yang berbeda. Ketika kebutuhan sensoriknya terpenuhi, anak justru bisa menjadi lebih fokus, tenang, dan percaya diri. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua tidak hanya membantu anak tumbuh optimal, tetapi juga membangun hubungan yang lebih hangat dan penuh empati di rumah.

Dukung Kebutuhan Sensory Seeker Lewat Buku & Aktivitas Bersama Mandira.id

Anak sensory seeker membutuhkan stimulasi yang terarah, bukan sekadar dibiarkan aktif tanpa arah. Di sinilah buku dan aktivitas terstruktur berperan penting untuk membantu anak menyalurkan kebutuhan sensoriknya secara aman dan bermakna. Berikut ini adalah alasan kenapa buku dan aktivitas bisa membantu anak sensory seeker seperti 

  1. Buku Aktivitas yang Mengajak Anak Bergerak
    Buku dengan aktivitas membuka–menutup, menunjuk, mencocokkan, atau mengikuti instruksi sederhana membantu anak dalam menggerakkan tubuh dengan tujuan, melatih fokus sambil tetap aktif, dan menyalurkan energi secara positif
  2. Aktivitas Sensorik yang Terstruktur. Melalui aktivitas berbasis buku dan permainan edukatif, anak sensory seeker belajar untuk mengenali tekstur (warna, dan bentuk), mengatur intensitas Gerak, dan berpindah dari aktivitas aktif ke tenang secara bertahap. Ini sangat membantu proses regulasi diri anak.
  3. Rutinitas Membaca yang Menenangkan Sistem Saraf
    Meskipun aktif, anak sensory seeker tetap membutuhkan momen tenang. Aktivitas membaca bersama orang tua memberi rasa aman, membantu transisi dari aktivitas fisik ke kondisi lebih rileks, dan memperkuat bonding emosional
  4. Orang Tua Jadi Pendamping, Bukan Pengontrol. Melalui buku dan aktivitas yang tepat, orang tua tidak lagi fokus melarang, tetapi mengarahkan energi anak, memberi pilihan aktivitas yang sesuai kebutuhan sensorik, dan embantu anak memahami tubuh dan emosinya sendiri

Buku dan aktivitas edukatif bukan hanya alat belajar, tetapi juga sarana penting untuk mendukung anak sensory seeker agar tumbuh lebih fokus, tenang, dan percaya diri. Dengan pendekatan yang tepat sejak dini, potensi anak bisa berkembang optimal tanpa mengabaikan kebutuhan sensoriknya. Berikut ini adalah rekomendasi buku Mandira.id sesuai kategori yang tersedia di Mandira.id

Back to Al-Qur'an & Hadits

Cocok untuk orang tua yang ingin mengenalkan nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan dan membumi.

  • Learning Islam For Kids – pengenalan dasar tentang Islam secara ringan dan aplikatif.
  • Wow Amazing Series – kisah-kisah luar biasa dari dunia Islam yang memukau anak-anak.
  • SabaQu for Muslim Kids – cara seru belajar Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam lewat permainan.
  • Kisah Para Sahabat Rasulullah SAW – cerita inspiratif penuh teladan untuk anak-anak Muslim.

Explore The Knowledge

Mendukung rasa ingin tahu dan kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.

  • Confidence in Science – membangun kepercayaan diri anak dalam dunia sains.
  • How and Why – menjawab rasa ingin tahu anak dengan penjelasan yang sederhana.
  • Series Ilmuwan Muslim – mengenalkan tokoh-tokoh sains Muslim dengan bahasa anak.
  • Aesop’s Fables Read & Play – kisah moral klasik yang bisa dibacakan sambil bermain.
  • Little Mathematician – pengenalan konsep matematika yang mudah dan menyenangkan.

First Step Learning

Ideal untuk anak usia dini yang sedang dalam masa emas tumbuh kembang dan pembentukan karakter.

  • New Halo Balita – seri klasik yang disukai banyak orang tua untuk bonding dan edukasi dini.
  • Nabiku Idolaku Balita – mengenalkan kisah nabi-nabi secara lembut dan sesuai usia.
  • Funtastic Learning – aktivitas edukatif seru yang bisa dimainkan sambil belajar.
  • Baby All Baby – buku pertama si kecil untuk mengenal dunia di sekitarnya.
  • Healthy Kids – membiasakan hidup sehat dan mengenalkan kebiasaan baik sejak dini.

Ingin melengkapi koleksi buku anak di rumah? Di Mandira.id dapat mendapatkan buku anak premium berkualitas dengan berbagai pilihan program pembayaran yang fleksibel:

  1. Program Cash - Langsung beli sesuai harga, lihat produknya disini
  2. Program Arisan - Beli buku sambil menabung bersama teman-teman, lihat informasi selangkapnya disini
  3. Program Tabungan Buku - Nabung dahulu dan dapatkan koleksi buku impian jadi milik si kecil, lihat informasinya selangkapnya disini

Yuk, kunjungi Mandira.id sekarang dan pilih koleksi buku terbaik untuk si kecil! Klik di sini untuk cek koleksi dan program lengkapnya di Mandira.id!

Tags