Pernah melihat Si Kecil sibuk menyentuh permukaan benda, membuka-tutup sesuatu, atau mengulang bunyi yang sama? Bagi orang dewasa, kegiatan itu mungkin tampak sederhana. Namun, bagi anak, setiap sentuhan, warna, suara, aroma, dan rasa adalah informasi baru. Karena itulah, stimulasi sensori anak menjadi bagian penting dari proses belajar dan tumbuh kembangnya.
Apa Itu Stimulasi Sensori pada Anak?
Stimulasi sensori adalah pengalaman yang mengajak anak menggunakan indranya untuk mengenali dan memahami lingkungan. Aktivitasnya dapat melibatkan penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan pengecap. Istilah sensory play juga sering digunakan untuk menyebut kegiatan bermain yang memberi anak kesempatan mengeksplorasi berbagai rangsangan tersebut.
Stimulasi sensorik tidak selalu berarti bermain pasir, air, atau adonan yang membuat rumah berantakan. Membaca buku bergambar, mendengarkan orang tua bercerita, membuka lipatan halaman, menggeser fitur buku, hingga mengenali rasa makanan juga dapat menjadi pengalaman multisensori yang bermakna.
Manfaat Stimulasi Sensori bagi Perkembangan Anak
Saat anak meraba, mengamati, mendengar, lalu mencoba melakukan sesuatu, ia sedang belajar menghubungkan informasi dengan respons. Gerakan seperti menjepit, menarik, mendorong, serta membalik halaman membantu melatih koordinasi tangan dan mata sekaligus motorik halus anak. Sementara itu, kegiatan mencocokkan warna, mengenali urutan, dan memahami sebab-akibat dapat mendukung perkembangan kognitif serta kemampuan memecahkan masalah.
Pengalaman sensori juga dapat memperkaya perkembangan bahasa. Orang tua bisa menyebutkan apa yang sedang disentuh atau dilakukan anak, misalnya, “Handuknya lembut,” atau, “Kita tarik ke bawah.” UNICEF menjelaskan bahwa membaca bersama mendukung bonding, kemampuan bahasa, dan perkembangan visual. Pengalaman menyentuh beragam bahan sambil mendengar kata-kata juga membantu anak mengenali tekstur dan kosakata baru.
Manfaatnya semakin kuat ketika aktivitas dilakukan melalui interaksi dua arah. Saat anak menunjuk, bereaksi, atau mengeluarkan suara, lalu orang tua merespons, terjadilah percakapan sederhana yang penting bagi perkembangannya. Center on the Developing Child Harvard University menyebut interaksi timbal balik seperti ini membantu memperkuat koneksi otak yang mendasari kemampuan komunikasi dan sosial.
Belajar Kebiasaan Sehat Bersama Healthy Kids
Untuk menghadirkan stimulasi anak usia dini melalui kegiatan membaca, Healthy Kids dari Mandira dapat menjadi media pendamping yang menyenangkan. Paket buku interaktif anak berbasis Montessori ini terdiri dari lima boardbook bertema makan sehat, mandi, toilet training, mencuci tangan, dan etika bersin. Fitur push, pull, slide, dan lift the flap mengajak anak melihat, menyentuh, menggerakkan tangan, serta berdiskusi bersama orang tua.
Healthy Kids bukan pengganti eksplorasi langsung, tetapi dapat menjadi jembatan antara cerita dan rutinitas nyata. Setelah membaca, orang tua bisa mengajak anak mempraktikkan kebiasaan sehat yang baru dipelajari. Dengan begitu, waktu membaca terasa lebih hidup, dekat, dan relevan bagi anak. Kenali lebih lengkap buku Healthy Kids dengan klik di sini.